Bioteknologi berasal 2 kata yaitu Bio yang berarti
hidup dan Teknologi sehingga akan menghasilkan sebuah cabang ilmu baru
yaitu Ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara memanfaatkan makhluk
hidup seperti jamur,bakteri, virus dan sebagainya yang dapat
dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia di bumi ini. Ilmu bioteknologi
sudah sangat berkembang pesat yang pada awalnya hanya bioteknologi
konvensional kini sudah merambah pada bioteknologi, modern, bioteknologi
pertanian, bioteknologi pangan dan sebagainya.
Bioteknologi modern
Bioteknologi
modern adalah jenis ilmu bioteknologi yang menggunakan alat – alat
modern dan bersifat sangat kecil sekali sehingga sulit untuk dilakukan
di rumah – rumah. BIoteknologi modern memiliki ciri – ciri yaitu sudah
memanfaatkan teknologi DNA rekombinan. Salah satu contoh dari
BIoteknologi modern adalah memanfaatkan Bakteri E.Coli untuk perbanyakan
hormon insulin bagi penderita diabetes sehingga kadar gula darahnya
dapat dikurangi.Pada intinya Bioteknologi sudah memanfaatkan teknologi
penyambungan dan pemotongan dna dari suatu virus atau bakteri untuk
digabung dengan makhluk hidup lainnya agar lebih bermanfaat. Contoh
Bioteknologi Modern yaitu : Bayi tabung,Produksi hormon pertumbuhan
manusia (Growth Hormon), Antibiotik, Vaksin Malaria, Hormon BST, Hewan
Transgenik, Tanaman Tahan hama, Dan domba Dolly.
Bioteknologi konvensional
Bioteknologi
konvensional adalah penerapan ilmu bioteknologi dengan memanfaatkan
makhluk hidup secara langsung untuk mengubah kandungan gizi dari suatu
produk. Bioteknologi konvensional mudah dilakukan di rumah – rumah
sederhana sekalipun karena prosesnya mudah dan juga bahan – bahannya
mudah di dapatkan. Beberapa contoh dari Bioteknologi konvensional yaitu
pembuatan tempe, pembuatan, kecap, pembuatan oncom dan pembuatan tape.
Bioteknologi pertanian
Bioteknologi
pada bidang pertanian turut memberikan sumbangsih yang sangat besar
karena dengan ilmu tersebut maka produksi dan kualitas hasil pertanian
dapat ditingkatkan lagi. Bioteknologi pertanian sudah dimanfaatkan
masyarakat sejak dahulu hingga berkembang dalam bentuk modern seperti
saat ini. Pembuatan kompos atau biogas adalah salah satu produk
bioteknologi pertanian sederhana, sedangkan pembuatan tanaman
transgenik, kultur jaringan, biopestisida merupakan contoh dari
bioteknologi pertanian yang sudah modern. Pembuatan tanaman hidroponik
juga berkat ilmu dari bioteknologi pertanian dimana tanaman ini memiliki
banyak sekali keunggulan seperti tidak membutuhkan lahan yang luas,
mudah dikerjakan, tumbuh lebih cepat, hemat pupuk, dan bebas dari hama
dan penyakit.
Bioteknologi pangan
Di
bidang pangan ilmu bioteknologi berperan dalam meningkatkan kualitas
dari zat gizi dari suatu makanan. beberapa contoh produk bioteknologi
pangan seperti : Kopi, kecam, keju, yoghurt, nata de coco, oncom, tape
dan tempe. Bila diamati bahan dasar dari pembuatan produk tersebut rasa
dan gizinya masih rendah untuk manusia, tetapi setelah melalui proses
bioteknologi maka ia menjadi makanan yang digemari karena enak dan juga
bernilai gizi tinggi. Beberapa jenis minuman yang mengandung alkohol
dibuat dari proses fermentasi jamur an aerob yang akan bekerja pada
lingkungan tidak mengenadung oksigen.
Manfaat bioteknologi
Manfaat
bioteknologi dalam kehidupan manusia sudah sangatn banyak sekali dan
ilmu ini akan terus mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya
alat – alat pembantu bioteknologi seperti mikroskop dan alat – alat yang
berkaitan dengan pemotong dan penyambung DNA pada makhluk hidup. Secara
umum berikut ini manfaat bioteknologi bagi manusia :
1.
Menghasilkan obat – obatan yang lebih efektif dan murah meriah salah
satu contohnya adalah pembuatan hormon insulin dari isolasi gen Bekteri
E. coli.
2. Menghasilkan antibiotik untuk
membunuh penyakit yang berbahaya. Saat ini sudah banyak sekali
antibiotik yang ada di apotik dan murah harganya serta lebih efektif
dalam pengobatan.
3. Mengurangi pencemaran
lingkungan, beberapa contoh bakteri yang dapat membantu daur ulang
seperti menghancurkan sampah – sampah organik dan juga membersihkan sisa
tumpahan minyak di dalam laut.
4.
Meningkatkan hasil produksi pertanian dari tanaman transgenik karena
tanaman ini memiliki daya tahan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan
yang ekstrim dan juga ia tidak mudah diserang oleh hama.
Dampak negatif bioteknologi
Dampak
negatif dari bioteknologi juga ada dan membahayakan terutama bagi orang
yang tidak paham terhadap lingkungan. Ada etika yang harus dilakukan
untuk mengembangkan produk bioteknologi. Berikut ini dampak negatif dari
bioteknologi
1. Rusaknya ekosistem karena
beberapa jenis produk tanaman transgenik terbukti dapat menurunkan
jumlah spesies yang ada di alam ini karena ia tidak lagi memakan tanaman
yang di transgenikkan.
2. Hilangnya
beberapa jenis hewan dan tumbuhan tertentu. Dengan adanya bioteknologi
maka hanya tanaman dan hewan yang berkualitas bagus saja yang akan
dikembangkan , sedangakan hewan dan tumbuhan dengan kualitas kurang baik
akan menjadi punah.
3. Dapat menyebabkan
alergi karena tidak semua orang cocok dengan gen asing yang di masukkan
ke dalam tubuhnya. Oleh karena itu harus berhati – hati ketika
mengonsumsi produk bioteknologi.
Seperti halnya mamalia lainnya, manusia bereproduksi secara seksual
dan bersifat vivipar atau melahirkan anaknya. Ovum yang telah dibuahi
oleh sperma akan menghasilkan zigot yang selanjutnya tumbuh dan
berkembang menjadi embrio di dalam uterus (rahim) ibunya.
Alat kelamin manusia dibedakan menjadi alat kelamin jantan (pria) dan
alat kelamin betina (wanita). Baik pria maupun wanita mempunyai
bagian-bagian alat kelamin yang terdapat di dalam tubuh dan juga yang
terdapat di luar tubuh.
Alat reproduksi pria
Penampang alat reproduksi pria
Alat kelamin dalam pria terdiri atas: a. Testes
Berjumlah sepasang, dan berbentuk bulat telur. Organ ini tersimpan
dalam suatu kantung pelindung yang disebut skrotum (kantong buah zakar)
dan terletak diluar rongga perut, berfungsi untuk menghasilkan sel
kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan yaitu
testosteron. Testis banyak mengandung pembuluh halus disebut tubulus
seminiferus. b. Saluran reproduksi, terdiri atas:
– Epididimis, yaitu saluran panjang berkelok-kelok yang
terdapat di dalam skrotum yang keluar dari testis. Setiap testis
mempunyai satu epididimis, sehingga jumlahnya sepasang, kanan dan kiri.
Saluran ini panjang dan berbelok-belok di dalam skrotum. Di dalam
epididimis ini sperma disimpan untuk sementara dan menjadi matang
sehingga dapat bergerak.
– Vas deferens, yaitu saluran yang merupakan lanjutan
dari epididimis. Bagian ujung saluran ini terdapat di dalam kelenjar
prostata. Fungsi vas deferens ialah sebagai jalan sperma dari epididimis
ke kantung sperma (vesicula seminalis). c. Kelenjar kelamin
Di samping saluran kelamin, alat kelamin dilengkapi dengan kelenjar kelamin, yang bertugas menghasilkan sekrit (getah) yaitu:
– Vesicula seminalis (kantung sperma): berjumlah
sepasang, dan menjadi satu kantong. Dindingnya dapat menghasilkan cairan
berwarna kekuningan yang banyak mengandung makanan untuk sperma.
– Kelenjar prostat: getah yang dihasilkan dialirkan ke saluran sperma.
– Kelenjar bulbo uretra: menghasilkan getah
– Kelenjar Cowper: terdapat pada pangkal urethra. Getah yang diproduksi berupa lendir dan dialirkan ke urethra.
Sperma bersama getah yang diproduksi oleh kelenjar kelamin tadi akan
membentuk suatu komponen yang disebut semen. Semen ini akan dipancarkan
keluar melalui uretra yang terdapat di dalam penis (alat kelamin luar
pria). d. Urethra
Urethra ialah saluran yang terdapat di dalam penis yang mempunyai dua fungsi, yaitu:
– sebagai saluran urine dari kandung kemih (vesica urinaria) keluar tubuh
– sebagai saluran untuk jalannya semen dari kantong semen.
Alat kelamin luar pria terdiri atas: a. Penis
Merupakan organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi
adalah hubungan kelamin (senggama) antara pria dan wanita yang
bertujuan untuk memindahkan semen ke dalam rahim wanita. Dari dalam
penis terdapat uretra berupa saluran yang dikelilingi oleh jaringan yang
banyak mengandung rongga darah (korpus cavernosum). Apabila karena
sesuatu hal korpus cavernosum itu penuh berisi darah, maka penis akan
tegang dan mengembang disebut ereksi. Hanya dalam keadaan ereksilah
penis dapat melakukan tugas sebagai alat kopulasi. Alat reproduksi pada
pria mulai berfungsi semenjak masa puber (± 14 tahun) sampai tua selama
manusia itu dalam keadaan sehat. b. Scrotum
Merupakan kantung tempat kedua testis berada.
Untuk lebih jelas mengenai alat reproduksi pria bisa dilihat di sini.
Alat reproduksi wanita
Seperti halnya pria, alat reproduksi wanita juga terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. Alat kelamin luar wanita terdiri atas:
Alat reproduksi wanita bagian luar
a. Celah luar yang disebut vulva.
b. Di sebelah kiri dan kanan celah ini dibatasi oleh sepasang
bibir, yaitu bibir besar (labium mayor) dan bibir kecil (labium minor).
c. Di sebelah depan dari vulva terdapat tonjolan yang disebut
kelentit (klitoris), yang sejarah terjadinya sama dengan perkembangan
penis pada pria.
d. Ke dalam vulva ini bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (urethra) dan saluran kelamin (vagina). Alat kelamin dalam wanita terdiri atas:
Penampang alat reproduksi wanita a. Ovarium (indung telur)
Berjumlah sepasang, kecil, dan alat ini terdapat dalam rongga badan,
didaerah pinggang, bentuknya seperti telur. Di dalam ovarium terdapat
jaringan kelenjar buntu (kelenjar endokrin) dan jaringan yang membuat
sel telur (ovum) yang disebut folikel. b. Saluran reproduksi
– Saluran telur (tuba fallopi), berjumlah sepasang, kanan
dan kiri. Pada bagian pangkalnya berbentuk corong yang disebut
infundibulum. Infundibulum dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang
berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari
ovarium.
– Rahim (uterus), bertipe simpleks, artinya hanya
memiliki satu ruangan. Berbentuk buah pir, dan bagian bawahnya mengecil
disebut leher rahim (cervix). Dinding rahim terdiri atas beberapa
lapisan otot dan jaringan epitel. Lapisan terdalam yang membatasi rongga
rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau
selaput rahim. Lapisan ini banyak menghasilkan lendir dan banyak
mengandung pembuluh darah. Sebulan sekali, yaitu pada waktu menstruasi
(haid), lapisan ini dilepaskan yang diikuti dengan pendarahan. Dinding
rahim akan selalu mengalami perubahan ketebalan, dan peristiwanya
dipengaruhi oleh hormon.
– Vagina, merupakan akhir dari saluran kelamin dalam yang
terdapat dalam vulva dan merupakan organ persetubuhan bagi wanita.
Karena fungsinya yang penting yakni untuk melahirkan bayi, maka organ
ini banyak mempunyai banyak lipatan. Hal ini mempermudah wanita pada
waktu melahirkan bayinya, sehingga vagina tersebut tidak sobek. Dinding
vagina mempunyai banyak selaput lendir yang berkelenjar, salah satu
kelenjar yang penting ialah glandula Bartholini.
Mekanisme produksi ovum dan siklus menstruasi
Ovarium seorang wanita mampu memproduksi sel telur setelah masa puber
sampai dewasa subur, yaitu berkisar antara umur 12 sampai dengan 50
tahun. Setelah sel telur habis diovulasikan, maka seorang wanita tidak
lagi mengalami menstruasi (haid), dan disebut masa menopause. Pada masa
menopause alat reproduksi tidak berfungsi lagi dan mengecil, karena
berkurangnya produksi hormon kelamin.
Mekanisme produksi sel telur oleh folikel diatur oleh hormon yang
dihasilkan hipofisis. Mekanisme produksi sel telur dan siklus menstruasi
adalah sebagai berikut.
– Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini berfungsi untuk memacu pembentukan folikel dalam ovarium.
– Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon estrogen. Fungsi hormon estrogen ialah:
merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim
menghambat produksi FSH oleh pituitari
memacu pituitari untuk memproduksi hormon LH (Luteinizing Hormone). Keluarnya LH dari hipofisis menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel, peristiwa inilah yang disebut ovulasi.
– Setelah telur masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel menjadi badan berwarna kuning yang disebut korpus luteum. Dan sekarang tidak mampu memproduksi estrogen lagi, tetapi mampu memproduksi hormon progesteron. Hormon progesteron berfungsi untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan endometrium.
– Bila sel telur yang keluar dari ovarium tidak dibuahi,
produksi estrogen terhenti. Hal ini menyebabkan kadar estrogen dalam
darah sangat rendah, akibatnya aktivitas hipofisis untuk memproduksi LH
juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteum tidak
dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya progesteron dalam darah
menyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan,
selanjutnya akan luruh dan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut menstruasi.
– Bila terjadi pembuahan sel telur oleh sperma,
maka zigot yang terbentuk akan melakukan nidasi / transplantasi
(penanaman diri) pada endometrium. Zigot akan berkembang menjadi
embrio, terus menjadi janin. Selanjutnya placenta janin yang terbentuk
akan menghasilkan HCG (Human Chorionic Gonadotropic) yang akan
menggantikan peran progesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh
induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari / tembuni).
Selaput pembungkus embrio terdiri dari amnion, korion, sakus vitelinus dan alantois. Janin kucing sebagai contoh perbandingan: 1 umbilicus, 2 amnion, 3 allantois, 4 kantung kuning telur, 5 perdarahan, 6 placenta
Sakus vitelinus (kantong kuning telur) terletak di
antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pembentukan sel-sel darah
dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput tersebut
berfungsi untuk:
Melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan.
Membantu proses pernapasan, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnyaselama kehidupannya didalam rahim.
Amnion
Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana terdapat
embrio. Dinding amnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang
berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan. Korion
Merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion dan
alantois akan tumbuh keluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan
dinding rahim. Jonjot-jonjot korion menempel pada dinding rahim. Di
dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan
peredaran darah ibu dengan perantaraan plasenta. Alantois
Terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilang dan yang
menetap adalah pembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi untuk
menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Plasenta dengan embrio
dihubungkan oleh tali pusat. Di dalamnya terdapat 2 buah pembuluh nadi
dan sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh
darah di dalam plasenta. Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah
induknya melalui plasenta ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh
darah embrio. Sedang zat sisa metabolisma dan CO2 dari
pembuluh darah embrio, ke tali pusat, terus ke plasenta, dan akhirnya
dialirkan ke pembuluh darah ibu. Bila pertumbuhan dan perkembangan janin
telah sempurna, janin akan keluar melalui vagina. Selubung janin akan
pecah, diikuti keluarnya plasenta.
Beberapa saat yang lalu telah membahas artikel tentang pengertian rantai makanan,
pada artikel ini masih akan membahas artikel yang berkaitan dengan
rantai makanan, yaitu tentang pengertiam Ekosistem, susunan ekosistem
dan macam ekosistem. Pada artikel sebelumnya memang juga disinggung
tentang ekosistem hanya saja pada artikel tersebut penjelasan tentang
pengertian ekosistem kurh ang detail karena berfokus pada rantai
makanan.
Pengertian ekosistem
adalah hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati
yang membentuk sistem ekolog. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang
kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam
ekosistem.
Susunan Ekosistem
Suatu ekosistem berdasarkan susunan dan fungsinya tersusu dari beberapa komponen sebagai berikut :
a. Komponen autotrof
autotrof berasal dari kata Auto yang berarti sendiri, dan trophikos yang berarti “menyediakan makan“
pengertian dari Autotrof adalah organisme
yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan
organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan
kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya
tumbuh-tumbuhan hijau.
b. Komponen heterotrof
Heterotrof berasal dari kata “Heteros” yang berarti berbeda, dan trophikos yang berarti makanan).
Pengertian dari Heterotrof merupakan
organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan
bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof
adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
c. Bahan tak hidup (abiotik)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah,
air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau
substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.
d. Pengurai (dekomposer)
Pengertian dari Pengurai adalah organisme
heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme
mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian
hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang
dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah
bakteri dan jamur.
Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan
menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan
dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. a. Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang
lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya
(garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma,
yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri
bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu
slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi,
sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan
suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat
di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan
menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan
memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.
Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan
kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang
terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah
hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.
Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang
keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra,
singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus
dan ular
3. Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Ciri-cirinya
adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif
banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung
letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang
pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam
hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat
di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari.
Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar
25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu
liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain,
kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
4. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ciri-cirinya
adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang
mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon
sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa,
beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
5. Bioma taiga
Bioma
taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah
tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga
merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus,
dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara
lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke
selatan pada musim gugur.
6. Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi
sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di
puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60
hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji
semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya,
tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang
hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim
panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau
bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan
insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
b. Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain
variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh
oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis
ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan
terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya
telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya
kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel
hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi,
seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar
sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan
osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang
bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi
yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi
perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara
keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan
pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara
habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat
berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1.
Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan),
dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan
saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
2. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
a. Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
b. Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c. Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
d. Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e. Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis. perhatikan gambar di bawah ini
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi
air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau
dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1. Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya
matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya
matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan
temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang
hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar
di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal
tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut. a) Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan
optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan
tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan
air.
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang
melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga,
krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan
ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di
danau.
b. Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih
dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai
fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang
berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim
panas dan musim semi.
Zooplankton
yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang- udangan kecil memangsa
fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil
dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular,
kura-kura, dan burung pemakan ikan.
c. Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.
Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler
setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah
ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d. Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a. Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan
makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif.
Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di
dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b. Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan
kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya
adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen
terdapat di daerah profundal.
Danau
oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya
materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat
dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan
pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan
sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi
ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang
berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan
danau seperti ini disebut “eutrofikasi”. Eutrofikasi membuat air tidak
dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau. 2. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang
mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung
sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan
memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan
ketinggian dan garis lintang.
Komunitas
yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir
deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri,
karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari
ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung
rantai makanan.
Komposisi
komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di
anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan
kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura
dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan
lumba-lumba.
Organisme
sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi
evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada
batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.
c. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang. 1. Laut
Habitat
laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan
ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya
tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C.
Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air
yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut
daerah termoklin.
Di daerah
dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah
permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air
dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan
sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang
berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya
dan wilayah permukaannya secara horizontal.
1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).
2. Menurut
wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut
semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.
a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalam an 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m;
tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak
mampu menembus daerah ini.
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih
dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut
yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah
bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat
rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan
osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak
minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara
osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui
insang secara aktif. 2. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem
pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang
hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat
di substrat keras.
Daerah
paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini
dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi
konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah
tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini
dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput
herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan
ikan-ikan kecil.
Daerah
pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni
oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut.
1. Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir
adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan
gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan
lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna, Euphorbia
atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum
asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens
(babakoan).
2. Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa
hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi
tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk
mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari
pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara
lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus. 3. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat
bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan
lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.
Salinitas air berubah secara bertahap
mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh
siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya
estuari.
Komunitas
tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang,
dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing,
kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan
ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi
untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari
makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4. Terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang
khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya.
Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat
ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu
karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria
yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini
bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain
dan ganggang.
Hewan-hewan
yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik
lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara
karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi
mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.